Budaya dan Teknologi

Kebudayaan yang diciptakan manusia dalam kelompok dan wilayah yang bebeda-beda menghasilkan keragaman budaya.  Tiap persekutuan hidup manusia (masyarakat, suku, atau bangsa) memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda dengan kebudayaan kelompok lain.  Dalam rangka pemenuhan hidupnya manusia akan berinterkasi dengan manusia lain, masyarakat berhubungan dengan masyarakat lain, demikian pla terjadi hubunga antara persekutuan hidup dari waktu ke waktu dan terus berlangsug sepanjang kehidupan manusia.

Manusia adalah salah satu akhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna keadaannya.  Selain diberi bentuk atau rupa yang paling baik atau sempurna, ia masih juga dibekali dengan kemamuan akal.  Dengan diberi kemampuanakal inilah manusia mampu menciptakan berbagai pengetahuan, membentuk masyarakat, meyelengarakan pemerintahan, melakukan praktik jual beli dll.  singka kata manusia dibelakali akal budinya itu mereka mampu menciptakan berbagai macam kebudayaan atau peradaban.  Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni atau biasa disingkat IPTEK adalah salah satucontoh dari hasil oleh pikian atau akal atau budi manusia kemudian disebut dengan nama kebudayaan.  Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan umat manusia ini terus bekembang hingga kini.

PERKEMBANGAN IPTEK            Perkembangan IPTEK bergerak sangat cepat, sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Dalam menghadapi IPTEK masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkanya.

Dalam menghadapi era teknologi modern dan Industrialisasi, maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan, mengelola, dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi- teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut.

Kesadaran yang timbul di negara Barat, mengenai akibat- akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimengerti.  Mereka mulai mempersonalkan nilai- nilai yang dipakai oleh masyarakat yang di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu perlu sekali negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. Hal ini hanya dapat berjalan jika negara tersebut telah dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan negara maju dan dipakai oleh negara yang sedang berkembang.

Namun di pihak lain, baikdi negara maju maupunnegara berkembang, akan merasa bahwa teknologi hanya menghabiskan sumber- sumber daya alam, pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran.

Teknologi dapat membawa becana, sebaiknya juga telah terbukti mereka yang dapat memanfaatkanya, teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Teknologi mempunyai dua komponen utama, yaitu:

  1. Hardware aspect, meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material.
  2. Software aspect, meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal- hal peralatan fisik atau material tersebut( setiadi, elli, 2005, 168-169)

HUBUNGAN BUDAYA DAN TEKNOLOGI

Pada dasarnya teknologi yang ada saat ini ada karena suatu budaya yang telah ada sejak lama. Dasar-dasar ilmu yang ada untuk menciptakan teknologi itu pun di dapat dari penelitian suatu ilmiah yang terkandung dari suatu budaya. Maka karena itulah budaya dan teknologi saling ketergantungan.

Budaya zaman dahulu dengan budaya zaman sekarang, sangat berbeda sekali. Untuk melakukan sesuatu pekerjaan kita menggunakan bahan seadanya. Misalnya dari batang kayu, ranting dsb. Tetapi sekarang kita tidak perlu melakukannya, karena pada zaman sekarang teknologi semakin canggih, sehingga kita tidak perlu repot-repot melakukan pekerjaan yang kita anggap berat atau menyusahkan.

Dulu jika kita ingin mengirim surat, kita harus menyiapkan kertas, pulpen, amplop, lem dan perangko. Kemudian kita menulisnya dengan tangan,lalu memasukkannya kedalam amplop dan menuliskan alamat yang dituju yang disertakan perangko. Setelah itu kita pergi ke kantor pos untuk mengirimnya. Agar surat itu sampai ke orang yang kita tuju, harus memakan waktu hingga 3 hari.

Beda halnya dengan zaman sekarang, untuk mengirim surat, kita bisa mengirim lewat email dengan memakan waktu beberapa menit saja sampai kepada orang yang kita tuju. Itulah canggihnya teknologi pada abad 21 sekarang ini. Tidak hanya mengirim surat yang menjadi instan, tetapi semuanya yang kita kerjakan pasti dibantu dengan teknologi.

Walaupun teknologi sangat membantu kita dalam melakukan apa saja, tetapi banyak sekali negatifnya dalam budaya zaman sekarang

  1. Budaya zaman dahulu orang-orangnya sangat rajin, tetapi pada saat budaya zaman sekarang orang-orang sangat ketergantungan pada teknologi sehingga menimbulkan rasa malas pada dirinya. Karena mereka beranggapan dengan menggunakan teknologi tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga dan pikirannya.
  2. Selain rajin, orang-orang dulu sangat bersosialisasi bertemu dan bergabung dengan lingkungannya. Sekarang untuk bersosialisasi dan bergabung tidak perlu bertemu. Cukup dengan menggunakan teknologi maka bisa bersosialisasi. Ini menyebabkan orang-orang zaman sekarang lebih suka menyendiri dan tidak mau bergabung dengan yang lain (individualisme)
  3.  Masalah lapangan pekerjaan. Dengan semakin canggihnya teknologi, semakin sedikit pula lapangan pekerjaan untuk orang-orang karena sudah tergantikan oleh teknologi. Ini berakibatkan menimbulkan kemiskinan yang semakin banyak

 

Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya Timur.Komunikasi adalah salah satu unsur penting di dalam kehidupan, apa lagi manusia adalah mahluk social. Manusia sekarang sudah semakin mudah dalam berkomunikasi. Ternyata arus informasi ini berdampak besar pada kehidupan kita. Lihat saja kehidupan pemuda sekarang. Dulu, berciuman bibir-ketemu-bibir dapat dikatakan sangat tabu. Seiring perkembangan jaman budaya berciuman bibir-ketemu-bibir, bak kacang kapri yang dapat ditemui di setiap warung, bahkan menjadi makanan favorit mungkin. Sedikit demi sedikit jika kita tidak bisa membentengi diri dengan memperkuat dimensi budaya kita, mungkin budaya kita nilai-nilainya akan tergeser.

Apakah kamu ikut berkontribusi?Kenapa justru Budaya Timur yang dirasa tergeser?, bukannya Budaya Barat?. Secara umum, budaya timur itu identik dengan batasan batasan norma di setiap aspek kehidupan, bersifat religious, rumit penuh dengan metode. Tetapi budaya barat justru lemih condong kearah kebalikan dari budaya timur itu sendiri, budaya barat lebih identik dengan corak kebebasan. Di dalam budaya barat ini biasanya semua berlandaskan logika dan kebutuhan. Makanya seseorang sewaktu waktu akan merasa tertekan jika mengikuti budaya timur, kalau mereka tahu budaya barat lebih bebas. Begitulah…, setiap manusia mungkin tidak ingin norma norma tersebut sebagai penghalang di dalam kehidupan mereka. Jadi orang tesebut mungkin akan memilih budaya barat.

Bagaikan buaya air tawar dimasukkan ke dalam air laut. Jika kita yang belum siap menerima budaya barat, pasti saja kita akan mendapati masalah. Seperti yang telah kita ketahui perkembangan TIK menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan tersebut mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong, senyum, sapa, cium tangan, bahasa yang baik dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi. Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah.

Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu (kamu). Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes’. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion.

Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.

Jadi masyarakat diberikan pilihan “Kualitas” atau “selera”. Hal ini dapat menjadikan kesenian atau budaya etnis kita dipandang sebelah mata. Dan digusur oleh budaya barat dengan kesenian popnya bercorak kebebasan. Jadi bagaimana? Cara yang paling ampuh adalah meningkatkan SDM yang berpatokan kepada budaya bangsa. Sekolah harus bisa membantu dalam pembentukan karakter. Peran orang tua juga penting, menanamkan nilai nilai budaya timur. Pemerintah juga harus berkontribusi dalam hal ini, misalnya mengkaji norma mengenai pergeseran budaya. Masyarakat harus berhati hati dalam meniru budaya budaya lain sehingga tidak berdampak buruk pada jati diri bangsa. Media masa adalah contributor utama dalam globalisasi, jadi media masa perlu mengkaji informasi yang kana disampaikan kepada masyarakat. Dengan begini semua orang bisa berperan aktif dalam mempertahankan budaya kita. Kita harus memperkuat dimensi budaya kita. Sehingga kita bisa mempertahankan budaya kita.

Dampak perkembangan teknologi informasi terhadap jati diri budaya bangsaPerkembangan teknologi informasi yang begitu pesat memang memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengakses secara real-time informasi terkini yang terjadi di belahan dunia manapun dan tidak ada batasan sama sekali (borderless).Namun demikian, di sisi yang lain ternyata perkembangan IT dapat berbahaya karena dikhawatirkan dengan begitu kencangnya aliran informasi tersebut dapat menyebabkan jati diri dan budaya bangsa ikut luluh lantak terbawa arus.Memang di setiap kisi-kisi kehidupan terdapat dua hal yang saling berseberangan. Ibarat dua sisi mata uang, akibat dari suatu perkembangan hidup dapat menyebabkan kebaikan dan keburukan. Oleh karena itu dibutuhkan kecerdasan rohani – di samping kecerdasan jasmani – sehingga kemajuan yang dicapai oleh umat manusia dapat diseleraskan dan diarahkan kepada kepentingan bersama dan lebih diutamakan untuk hasil yang positif.

Maka untuk itu hubungan antar budaya dan teknologi informasi berperan sangat besar. Tetapi perlu di ingat jangan terlalu mengandalkan teknologi informasi. Gunakanlah teknologi informasi untuk keperluan yang penting.  Agar budaya kita sebelumnaya tidak akan hilang

KesimpulanKe-budaya-an dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal.  Budaya adalah “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan “kebudayaan” adalah hasil cipta, karsa dan rasa

Teknologi pada dasarnya adalah suatu ikhtiar praktis, yaitu usaha untuk mengubah dunia daripada usaha untuk memahaminya, karena itu Kneller menggunakan teknologi sebagai usaha yang berkembang secara historis untuk membuat mesin- mesin dan alat –alat lain, merencanakan tehnik dan proses, mengubah dan menerapkan bahan- bahan., dan mengorganisasikan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan manusia( The Liang, 1998,10)

Pada dasarnya teknologi yang ada saat ini ada karena suatu budaya yang telah ada sejak lama. Dasar-dasar ilmu yang ada untuk menciptakan teknologi itu pun di dapat dari penelitian suatu ilmiah yang terkandung dari suatu budaya. Maka karena itulah budaya dan teknologi saling ketergantungan

Referensi

Gie, The Liang, 1998. Konsepsi Tentang Teknologi. Yogyakarta: Yayasan Studi Ilmu dan Teknologi

Setiadi, m. Elli, dkk. 2005. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung: Kencana

Koentjaraningrat.1981.Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara baru

http://imapetroleumengineer.blogspot.com/2012/11/pengertian-ilmu-budaya-dasar-hubungan_19.html

Herminanto & Winarto.2011. Ilmu Sosial & Budaya Dasar.Jakarta: Bumi Aksara.

disusun oleh: Sri Rahayu, Siti M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s