Cultural Awareness

 

Indonesia adalah bangsa multikultural yang memiliki berbagai macam seni dan tradisi yang unik dan khas, yang tidak bisa didapatkan di negara-negara lainnya di dunia ini.Sayangnya, keragaman budaya tersebut masih kurang dimanfaatkan dengan baik padahal berbagai budaya yang dimiliki oleh negara ini memiliki potensi yang begitu besar untuk dapat maju dan berkembang baik di tingkat nasional maupun internasional.Di tengah era globalisasi, tidak sedikit juga kaum generasi penerus bangsa yang menganggap kesenian negerinya sendiri sudah kuno dan menyukai segala macam hal yang berasal dari luar negeri karena terlihat lebih keren dan modern.

Maka dari itu kita sebagai manusia Indonesia yang menjunjung tinggi nasionalisme haruslah bisa melestarikan budaya bangsa dan juga memfilter budaya asing yang masuk ke Indonesia. Salah satu cara untuk melestarikan budaya bangsa adalah dengan menumbuhkan sikap kesadaran budaya pada diri masyarakat Indonesia

Kesadaran Budaya

Kesadaran budaya (Cultural awareness) adalah kemampuan seseorang untuk melihat ke luar dirinyasendiri dan menyadari akan nilai-nilai budaya, kebiasaan budaya yang masuk.Selanjutnya, seseorang dapat menilai apakah hal tersebut normal dan dapat diterima pada budayanya atau mungkin tidak lazim atau tidak dapat diterima di budaya lain.Oleh karena itu perlu untuk memahami budaya yang berbeda dari dirinya dan menyadari kepercayaannya  dan adat istiadatnya dan mampu untuk menghormatinya.(Vacc et al, 2003).

Wunderle (2006) menyebutkan bahwa kesadaran budaya (cultural awareness) sebagai suatu kemampuan mengakui dan memahami pengaruh budaya terhadap nilai-nilai dan perilaku manusia.  Implikasi dari kesadaran budaya terhadap pemahaman kebutuhan untuk  mempertimbangkan budaya, faktor-faktor penting dalam menghadapi situasi tertentu. Pada tingkat yang dasar, kesadaran budaya merupakan informasi, memberikan makna tentang kemanusian untuk mengetahui tentang budaya.Prinsip dari tugas untuk mendapatkan pemahaman tentang kesadaran budaya adalah mengumpulkan informasi tentang budaya dan mentranformasikannya melalui penambahan dalam memberikan makna secara progresif sebagai suatu pemahaman terhadap budaya.

Pantry (dalam Sturges, 2005) mengidentifikasikan 4 kompetensi yang dapat terhindari dari prejudis, miskonsepsi dan ketidakmampuan dalam menghadapi kondisi masyarakat  majemuk yaitu: Kemampuan berkomunikasi (mendengarkan,menyimpulkan, berinteraksi), Kemampuan proses (negosiasi, lobi, mediasi, fasilitasi), Kemampuan menjaga informasi (penelitian, menulis, multimedia), Kemampuanmemiliki kesadaran dalam informasi, cara mengakses informasi, dan menggunakan informasi.  Keempat kompetensi tersebut memberikan peran penting dalam menghadapi masyarakat yang multikultural dalam kesadaran budaya.

Fowers & Davidov (Thompkins  et al,  2006) mengemukakan bahwa proses untuk menjadi sadar terhadap nilai yang dimiliki, bias dan keterbatasan meliputi eksplorasi diri pada budaya hingga seseorang belajar bahwa perspektifnya terbatas,memihak, dan relatif pada latar belakang diri sendiri.Terbentuknya kesadaran budayapada individu merupakan suatu hal yang terjadi begitu saja. Akan tetapi melalui berbagai hal dan melibatkan beragam faktor diantaranya adalah persepsi dan emosi maka kesadaran (awareness) akan terbentuk.

Berdasarkan hal di atas,  pentingnya nilai-nilai yang menjadi faktor penting dalam kehidupan manusia akan turut mempengaruhi kesadaran budaya (terhadapnilai-nilai yang dianut) seseorang dan memaknainya.  Penting  bagi kita  untukmemiliki kesadaran budaya (cultural  awareness)  agar  dapat memiliki kemampuan untuk memahami budaya dan faktor-faktor penting yang dapat mengembangkan nilai-nilai budaya sehingga dapat terbentuk karakter bangsa.

Tingkat Kesadaran Budaya  (Cultural Awareness)

Wunderle (2006) mengemukakan limatingkat kesadaran budaya yaitu:

a)      Data dan information.

Data merupakan tingkat terendah dari tingkatan informasi secara kognitif. Data terdiri dari signal-signal atau tanda-tanda yang tidak melaluiproses komukasi antara setiap kode-kode yang terdapat dalam sistim, atau  rasa yang berasal dari lingkungan yang mendeteksi tentang manusia. Dalam tingkat inipenting untuk memiliki data dan informasi tentang beragam perbedaan yang ada. Dengan adanya data dan informasi maka hal tersebut dapat membantu kelancaranproses komunikasi.

b)      Culture consideration.

Setelah memiliki data dan informasi yang jelas tentangsuatu budaya maka kita akan dapat memperoleh pemahaman terhadap budaya dan faktor apa saja yang menjadi nilai-nilai  dari budaya tertentu.  Hal ini akan memberikan pertimbangann tentang konsep-konsep yang dimiliki oleh suatubudaya secara umum dan dapat memaknai arti dari  culture code  yang ada. Pertimbangan budaya ini  akan membantu kita untuk memperkuat proses komunikasi dan interaksi yang akan terjadi.

c)      Cultural knowledge.

Informasi dan pertimbangan yang telah dimiliki memangtidak mudah untuk dapat diterapkan dalam pemahaman suatu budaya. Namun, pentingnya pengetahuan budaya merupakan faktor penting bagi seseorang untuk menghadapi situasi yang akan dihadapinya. Pengetahuan budaya tersebut tidak hanya pengetahuan tentang budaya oranglain namun juga penting untukmengetahui budayanya sendiri. Oleh karena itu, pengetahuan terhadap budayadapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan khusus.Tujuannya adalah untuk membuka pemahaman terhadap sejarah suatu budaya.Ini termasuk pada isu-isu utama budaya seperti kelompok, pemimpin, dinamika, keutaman budaya danketerampilan bahasa agar dapat memahami budaya tertertu.

d)      Cultural Understanding.

Memiliki pengetahuan tentang budaya yang dianutnya dan juga budaya orang lain melalui berbagai aktivitas dan pelatihan penting agar dapat memahami dinamika yang terjadi dalam suatu budaya tertentu. Oleh karena itu, penting untuk terus menggali pemahaman budaya melalui pelatihan lanjutan.Adapun tujuannya adalah untuk lebih mengarah pada kesadaran mendalam pada kekhususan budaya yang memberikan pemahaman hingga pada proses berfikir, faktor-faktor yang memotivasi, dan isu lain yang secara langsung  mendukungproses pengambilan suatu keputusan.

e)      Cultural Competence.

Tingkat tertinggi dari kesadaran budaya adalah kompetensi budaya. Kompetensi budaya berfungsi untuk dapat menentukan dan mengambil suatu keputusan dan kecerdasan budaya.  Kompetensi budaya  merupakan pemahaman terhadap  kelenturan  budaya  (culture adhesive). Dan hal ini penting karena  dengan kecerdasan budaya yang memfokuskan pemahaman padaperencanaan dan pengambilan keputusan pada suatu situasi tertentu. Implikasidari kompetensi budaya adalah pemahaman secara intensif terhadap kelompoktertentu. Seperti yang dijelaskan di awal, sesungguhnya kebudayaan itu sendiri mempunyai tiga bentuk dasar, yaitu yang berwujud ide, kelakuan, dan wujud fisik. Ketiga wujud kebudayaan tersebut ada dalam masyarakat. Hal ini yang harusnya kita lestarikan dan kita perhatikan karena kebudayaan merupakan identitas jati diri kita. Maka dari itu, kesadaran budaya perlu untuk kita tumbuh dan kembangkan sejak dini. Untuk menumbuhkan jiwa yang sadar akan budaya tersebut, berikut sekiranya ada 4 cara, yaitu:

  • Penanaman sikap multikulturalisme sejak dini, Penanaman sikap untuk saling bertoleransi dan untuk saling menghargai antar budaya merupakan fondasi awal agar seseorang mampu menyadari akan perbedaan dari masing-masing budaya. Sikap mental akan pentingnya saling menghargai kebudayaan diharapkan nantinya integrasi bangsa menjadi semakin kuat karena penanaman sikap saling menghormati dan menghargai tersebut juga sudah mendarah daging di masyarakat.
  • Sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan. Dimasukkannya budaya lokal dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal merupakan langkah yang bijak untuk lebih menjaga eksistensi budaya lokal mengingat sekarang ini mulai banyaknya generasi muda yang mulai enggan untuk memperhatikan kebudayaannya yang sesungguhnya itu merupakan asset kekayaan yang sekiranya wajib dan harus untuk kita lestarikan.
  • Penyelenggaraan berbagai pentas budaya, Penyelenggaraan berbagai pentas budaya tentu hal ini merupakan salah satu cara yang mampu untuk menumbukan kesadaran akan berbudaya. Pentas ini dapat berupa tari-tari daerah ataupun juga musik-musik daerah yang dilakukan dengan melibatkan kaum-kaum muda sebagai salah satu cara menghidupkan kembali budaya masing-masing daerah dengan melibatkan generasi muda sebagai generasi penerus. Seni budaya yang akan ditampilkan pun dapat berupa seni tradisional, modern, ataupun juga gabungan dari keduanya.
  • Mencintai dan menjaga budaya yang dimiliki. Hal inilah yang sekiranya penting untuk selalu kita wujudkan. Rasa cinta dan rasa untuk menjaga budaya yang kita miliki haruslah muncul sesuai dengan keinginan dan kesadaran dari dalam diri kita masing-masing. Tanpa rasa cinta dan peduli terhadap kebudayaan mustahil kita dapat menjaga eksistensi budaya yang kita miliki.

Selain itu, Robert Hanvey menyebutkan 4 tingkat cross-cultural awareness (Yan-li, 2007) yaitu:

a)      Awareness of superficial or visible cultural traits.

Pada tingkat ini informasi yangdiperoleh oleh seseorang berasal dari media atau saat dia mengunjungi suatuNegara atau daerah atau dari pelajaran di sekolah. Yan-li (2007) menyatakan padalevel ini pemahaman mereka hanya terlihat dari cirri yang nampak dan merekajadikan sebagai pandangan streotipe terhadap budaya yang tidak benar-benarmereka pahami.

b)      Awareness of significant and subtle cultural traits that  others are different and therefore problematic.

Pada level ini seseorang mulai memahami dengan baiktentang signifikansi dan ciri budaya yang sangat berbeda dengan caranya sendiri.Hal ini terkadang menimbulkan frustrasi dan kebingungan sehingga terjadi konflikdalam dirinya.

c)      Awareness of significant and subtle cultural traits that others are believable in anintellectual way.

Pada level ini seseorang sudah memahami secara signifikan dan perbedaan budayanya dengan orang lain, namun pada level ini seseorang sudah mampu untuk menerima budaya lain secara utuh sebagai manusia.

d)     Awareness of how another culture feels from the standpoint of the insider.

Level ini adalah level yang tertinggi dari cross-cultural awareness. Pada level ini seseorang mengalami bagaimana perasaan yang dirasakan oleh budaya lain melalui pandangan dari dalam dirinya. Hal ini melibatkan emosi dan juga perilaku yang dilakukannya melalui pengalaman-pengalaman langsungnya dengan situasi dan budaya tertentu seperti belajar bahasa, kebiasaan, dan memahami nilai-nilai yang ada dalam budaya tersebut.

Kesadaran Budaya Bangsa Indonesia

Jika kita mendengar kata budaya, maka yang terpikir dibenak kita adalah seni seperti tari-tarian daerah, dan adat istiadat. Padahal makna dari budaya sangat luas. Korupsi yang merupakan suatu tindakan yang haram dilakukan, namun sekarang menjadi budaya karena banyak orang yang melakukan hingga seperti menjadi suatu hal yang biasa dilakukan.Tawuran pelajar yang sering terjadi seperti sudah menjadi “ikon” yang melekat pada pelajar.Seperti inilah kesadaran budaya masyarakat saat ini.Sesuatu hal yang tidak patut menjadi biasa dan mengkristal didalam masyarakat sehingga menjadi budaya.

Dari sudut pandang yang berbeda, yaitu budaya yang berkaitan dengan seni dan adat.Adanya globalisasi membuat masyarakat berubah. Budaya yang merupakan warisan leluhur dan merupakan suatu hal yang patut kita jaga dan lestarikan lama kelamaan menjadi lenyap. Budaya barat dengan mudahnya masuk kedalam kehidupan masyarakat melalui internet dan mempengaruhi gaya hidup pemuda. Pandangan hidup yang moderat yang menimbulkan munculnya pandangan bahwa kebudayaan yang ada tidak lagi relevan dengan jaman yang modern ini.

Ketika budaya milik negeri ini sudah diklaim oleh negara lain, baru masyarakat ingat dan sadar bahwa budaya yang dimiliki bangsa ini kaya dan tak ternilai harganya.

Pentingnya kesadaran budaya

Masyarakat menghasilkan suatu kebudayaan melalui proses sosialisasi. Kebudayaan selalu mengikuti keberadaan masyarakat. Tidak ada satupun masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan dan tidak akan pernah tercipta suatu wujud kebudayaan tanpa adanya masyarakat. Namun, meskipun budaya diciptakan oleh masyarakat, budaya tersebut dapat pula mengendalikan masyarakat itu sendiri.Sehingga masyarakat haruslah pandai dalam mengatur arah gerak dari kebudayaannya.

Kesadaran budaya merupakan sikap positif manusia dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.Kesadaran budaya sangatlah dibutuhkan dalam mengelola perbedaan-perbedaan budaya yang ada.Hal ini dikarenakan oleh seringnya perbedaan budaya yang menimbulkan konflik-konflik di dalam masyarakat. Masyarakat terkadang lupa bahwa pada dasarnya setiap masyarakat memiliki pola dan corak kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Sehingga mereka cenderung memperlakukan sama pada setiap bentuk kebudayaan. Padahal budaya itu sendiri terbentuk sesuai dengan corak masyarakat yang bersangkutan.Sikap semacam inilah yang sering sekali memicu kesalahpahaman yang berujung konflik etnis. Dengan kesadaran yang di terapkan oleh anggota masyarakat, maka diharapkan integrasi sosial akan tetap terjaga.

Arus globalisasi dan modernisasi, memicu unsur-unsur budaya asing masuk dan bersanding dengan kebudayaan lokal. Hal ini akan menimbulkan masalah, jika unsur-unsur budaya asing tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan lokal, apabila masyarakat kurang selektif dalam menerima dan memakai budaya luar yang tidak sesuai dengan kebudayaan lokal dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebudayaan yang telah dimilikinya, maka kebudayaan lokal yang merupakan identitas atau jati diri tersebut lambat laun akan pudar. Sebagai contoh Budaya dan bahasa Jawa saat ini semakin terdesak oleh arus perkembangan zaman atau globalisasi, perubahan masyarakat Jawa juga terjadi sangat signifikan dari perubahan pola bahasa hingga tingkah laku, padahal jati diri orang Jawa penuh dengan ajaran kebaikan, kebijaksanaan, narima ing pandum (menerima apa yang telah digariskan oleh Tuhan). Maka dari itu, kesadaran budaya perlu ditumbuhkan di dalam benak anggota masyarakat, kesadaran budaya menciptakan masyarakat menerapkan kearifan lokal dalam menghadapi perubahan zaman khususnya dalam globalisasi dan modernisasi, tanpa kearifan lokal proses modernisasi tidak akan berjalan dengan baik karena kearifan budaya lokal menjadi filter dari modernisasi dalam masyarakat. Sehingga, dengan adanya kesadaran mengenai pentingnya arti kebudayaan bagi masyarakat maka upaya-upaya pelestarian budaya bukanlah hal yang sulit untuk dicapai.

Kebudayaan mengisi dan menentukan jalannya kehidupan manusia, walaupun hal tersebut jarang disadari oleh manusia sendiri. Hal tersebut merupakan penjelasan singkat bahwa walaupun kebudayaan merupakan atribut manusia, akan tetapi, tidak mungkin seseorang mengetahui dan meyakini seluruh unsur kebudayaannya. Betapa sulitnya bagi individu untuk menguasai seluruh unsur kebudayaan yang didukung oleh masyarakat sehingga seolah-olah kebudayaan dapat dipelajari secara tepisah dari manusia yang menjadi pendukungnya.

Maju mundur atau pasang surutnya kebudayaan (culture) sepanjang sejarah kemanusiaan secara mendasar ditentukan oleh bagaimana kebudayaan itu dijadikan sebagai kerangka acuan oleh sebuah masyarakat pendukung kebudayaan tersebut.Akan tetapi melihat realita sekarang ini dengan banyaknya kebudayaan asing yang masuk kenegeri ini, kebudayaan lokal mulai tergeser oleh kebudayaan pendatang.

Berikut merupakan cara-cara yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya bagi masyarakat:

Penanaman sikap multikulturalisme secara dini.

Penanaman sikap toleransi terhadap beragam budaya hendaknya dilakukan sejak dini ini dimaksudkan untuk menciptakan kesiapan mental seseorang dalam menyikapi perbedaan yang ada. Dengan bekal kesiapan mental ini, seseorang tidak akan menganggap remeh budaya orang lain. Ia akan lebih memahami pentingnya mengharai dan menghormati kebudayaan yang dimiliki orang lain, sehingga integrasi sosial dapat tercapai dengan baik.

Sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan.

Kebijakan budaya lokal untuk dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan merupakan salah satu cara yang kritis untuk mengatasi degradasi budaya pada generasi muda. Sebagai contoh seni bahasa, tari dan seni musik telah dijadikan sebagai muatan local yang harus ditempuh oleh para peserta didik di sekolah.Tindakan ini secara langsung memberikan bimbingan kepada para siswa bahwa kebudayaan yang kita miliki sudah selayaknya kita lindungi.Kebudayaan tersebutlah yang menjadi aset kekayaan kita.

Penyelenggaraan beragam budaya sebagai upaya pelestarian budaya.

Penyelenggaraan seni tari atau seni musik dalam pertunjukan-pertunjukan merupakan salah satu cara yang bijak dalam usaha mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa kitalah yang seharusnya senantiasa melestarikan kebudayaan yang kita miliki. Usaha ini sedikit banyak kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya pelestarian budaya. Pertunjukan ini dapat ditemui dalam agenda hajatan masyarakat yang sering menggunakan pertunjukan ini sebagai upacara perayaan hajatnya.Seni budaya yang digunakan meliputi kebudayaan yang tradisional maupun modern.Bahan tidak menutup kemunginan pula perpaduan diantara keduanya.

Mencintai dan menjaga budaya yang dimiliki

Mencintai dan menjaga kelestarian budaya sangat penting dalam hal ini.Tanpa rasa cinta dan peduli terhadap kebudayaan mustahil kita dapat menjaga eksistensi budaya yang kita miliki.

Kesimpulan

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. Sedangkan kesadaran adalah kondisi terjaga atau mampu mengerti apa yang sedang terjadi. Lalu kesadaran budaya ialah sikap dimana seseorang menghargai, memahami, dan mengerti akan adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam budaya tersebut.

Cara menumbuhkan kesadaran budaya yaitu dengan penanaman sikap multikulturalisme sejak dini, sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan, penyelenggaraan berbagai pentas budaya, mencintai dan menjaga budaya sendiri.

Kesadaran budaya (Cultural awareness) adalah kemampuan seseorang untuk melihat ke luar dirinya sendiri dan menyadari akan nilai-nilai budaya, kebiasaan budaya yang masuk. Ada 5  tingkat kesadaran budaya, yaitu data and information, culture consideration, cultural knowledge, cultural understanding, cultural competence.

Korupsi dan tawuran merupakan budaya yang ada pada masyarakat Indonesia sekarang ini.Oleh karena itu kesadaran budaya sangat mutlak diperlukan.Cara-cara yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya bagi masyarakat antara lain Penanaman sikap multikulturalisme secara dini, sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan, penyelenggaraan beragam budaya sebagai upaya pelestarian budaya, mencintai dan menjaga budaya yang dimiliki.

DAFTAR PUSTAKA
Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekanto,Soerjono. 1996. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.

https://sosiologibudaya.wordpress.com/2012/03/01/budaya-dan-kesadaran-budaya/ diakses pada Hari Sabtu, 23 Februari 2013 pada jam 21.15

disusun oleh: Dellawati, Agus, Nurrokhmawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s