Masyarakat dan Kesadaran Budaya

Budaya merupakan suatu hal yang dihasilkan masyarakat dari kebiasaan-kebiasaan yang akhirnya mengkristal atau mendarah daging. Budaya dengan masyarakat memang tidak bisa dipisahkan. Karena manusialah yang menghasilkan budaya. Sosiologi yang mengkaji masyarakat, juga menjadikan budaya sebagai sub kajian dari masyarakat itu sendiri. Budaya yang berkembang dimasyarakat sejak dulu membuat masyarakat indonesia pada saat ini harus sadar bahwa mereka mempunyai budaya yang berbeda dan kaya. Dan masyarakat seharusnya juga menyadari bahwa tidak selamanya budaya yang mereka miliki itu baik, seperti budaya korupsi dan sebagainya. 

Budaya Dan Wujud Budaya

Dalam perspektif antropologi, “kebudayaan” adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia adalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. Dalam buku kebudayaan mentalitas dan pembangunan juga disebutkan konsep budaya dalam arti luas yaitu seluruh total pikiran, karya, dan hasil karya manusia yang tidak berakar kepada nalurinya, dan yang karena itu hanya bisa dicetuskan oleh manusia yang sesudah suatu proses belajar.  Definisi ini hampir sama dengan definisi berdasarkan perspektif antropologi. Namun definisi ini terlampau luas karena mencakup seluruh aktivitas manusia. Oleh karena itu, maka guna keperluan analisa konsep kebudayaan itu perlu dipecah lagi kedalam unsure-unsurnya.unsure ini sering disebut dengan tujuh unsure kebudayaan universal atau iniversal categories of culture yang diuraikan oleh c. Kluckhohn.

  1. Sistem religi dan upacara keagamaan
  2. Sistem dan organisasi kemasyarakatan
  3. Sistem pengetahuan
  4. Bahasa
  5. Kesenian
  6. Sistem mata pencaharian hidup
  7. Sistem teknologi dan peralatan

Tujuh unsur ini merupakan isi dari budaya itu sendiri. Susunan tata-urut dari unsure-unsur kebudayaan universal seperti tercantum diatas merupakan urutan dari unsure yang paling sulit berubah hingga unsure yang paling mudah berubah. Sistem religi dan upacara keagamaan sangat lambat untuk diubah tidak seperti sistem teknologi dan peralatan yang dengan cepat dapat berubah sesuai dengan kebutuhan manusia.

Wujud Kebudayaan

Dari unsur-unsur budaya diatas mewujudkan tiga wujud kebudayaan menurut j.j honigman dalam bukunya yang berjudul the world  of man membedakan gejala kebudayaan menjadi tiga, yaitu (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifacts. Dan wujud dari kebudayaan sendiri yaitu,

  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatukompleks akitivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Kesadaran Budaya Masyarakat 

Jika kita mendengar kata budaya, maka yang terpikir dibenak kita adalah seni seperti tari-tarian daerah, dan adat istiadat. Padahal makna dari budaya sangat luas. Korupsi yang merupakan suatu tindakan yang haram dilakukan, namun sekarang menjadi budaya karena banyak orang yang melakukan hingga seperti menjadi suatu hal yang biasa dilakukan. Tawuran pelajar yang sering terjadi seperti sudah menjadi “ikon” yang melekat pada pelajar. Seperti inilah kesadaran budaya masyarakat saat ini. Sesuatu hal yang tidak patut menjadi biasa dan mengkristal didalam masyarakat sehingga menjadi budaya.

Dari sudut pandang yang berbeda, yaitu budaya yang berkaitan dengan seni dan adat. Adanya globalisasi membuat masyarakat berubah. Budaya yang merupakan warisan leluhur dan merupakan suatu hal yang patut kita jaga dan lestarikan lama kelamaan menjadi lenyap. Budaya barat dengan mudahnya masuk kedalam kehidupan masyarakat melalui internet dan mempengaruhi gaya hidup pemuda. Pandangan hidup yang moderat yang menimbulkan munculnya pandangan bahwa kebudayaan yang ada tidak lagi relevan dengan jaman yang modern ini.

Ketika budaya milik negeri ini sudah diklaim oleh negara lain, baru masyarakat ingat dan sadar bahwa budaya yang dimiliki bangsa ini kaya dan tak ternilai harganya.

Pentingnya Kesadaran Budaya pada Masyarakat

Masyarakat menghasilkan suatu kebudayaan melalui proses sosialisasi. kebudayaan selalu mengikuti keberadaan masyarakat. Tidak ada satupun masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan dan tidak akan pernah tercipta suatu wujud kebudayaan tanpa adanya masyarakat. Namun, meskipun budaya diciptakan oleh masyarakat, budaya tersebut dapat pula mengendalikan masyarakat itu sendiri. Sehingga masyarakat haruslah pandai dalam mengatur arah gerak dari kebudayaanya. Kesadaran budaya merupakan sikap positif manusia dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. Kesadaran budaya sangatlah dibutuhkan dalam mengelola perbedaan-perbedaan budaya yang ada. Hal ini dikarenakan oleh seringnya perbedaan budaya yang menimbulkan konflik-konflik di dalam masyarakat. Masyarakat terkadang lupa bahwa pada dasarnya setiap masyarakat memiliki pola dan corak kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Sehingga mereka cenderung memperlakukan sama pada setiap bentuk kebudayaan. Padahal budaya itu sendiri terbentuk sesuai dengan corak masyarakat yang bersangkutan. Sikap semacam inilah yang sering sekali memicu kesalahpahaman yang berujung konflik etnis. Dengan kesadaran yang di terapkan oleh anggota masyarakat, maka diharapkan integrasi sosial akan tetap terjaga. Arus globalisasi dan modernisasi, memicu unsur-unsur budaya asing masuk dan bersanding dengan kebudayaan lokal. Hal ini akan menimbulkan masalah, jika unsur-unsur budaya asing tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan lokal, apabila masyarakat kurang selektif dalam menerima dan memakai budaya luar yang tidak sesuai dengan kebudayaan lokal dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebudayaan yang telah dimilikinya, maka kebudayaan lokal yang merupakan identitas atau jati diri tersebut lambat laun akan pudar. Sebagai contoh Budaya dan bahasa Jawa saat ini semakin terdesak oleh arus perkembangan zaman atau globalisasi, perubahan masyarakat Jawa juga terjadi sangat signifikan dari perubahan pola bahasa hingga tingkah laku, padahal jati diri orang Jawa penuh dengan ajaran kebaikan, kebijaksanaan, narima ing pandum (menerima apa yang telah digariskan oleh Tuhan). Maka dari itu, kesadaran budaya perlu ditumbuhkan di dalam benak anggota masyarakat, kesadaran budaya menciptakan masyarakat menerapkan kearifan lokal dalam menghadapi perubahan zaman khusunya dalam globalisasi dan modernisasi, tanpa kearifan lokal proses modernisasi tidak akan berjalan dengan baik karena kearifan budaya lokal menjadi filter dari modernisasi dalam masyarakat. Sehingga, dengan adanya kesadaran mengenai pentingnya arti kebudayaan bagi masyarakat maka upaya-upaya pelestarian budaya bukanlah hal yang sulit untuk dicapai.

Membangun Kesadaran Budaya Dimasyarakat

Kebudayaan mengisi dan menentukan jalannya kehidupan manusia, walaupun hal tersebut jarang disadari oleh manusia sendiri. Hal tersebut merupakan penjelasan singkat bahwa walaupun kebudayaan merupakan atribut manusia. Akan tetapi, tidak mungkin seseorang mengetahui dan meyakini seluruh unsur kebudayaanya. Betapa sulitnya bagi individu untuk menguasai seluruh unsur kebudayaan yang didukung oleh masyarakat sehingga seolah-olah kebudayaan dapat dipelajari secara tepisah dari manusia yang menjadi pendukungnya.

Maju mundur atau pasang surutnya kebudayaan (culture) sepanjang sejarah kemanusiaan secara mendasar ditentukan oleh bagaimana kebudayaan itu dijadikan sebagai kerangka acuan oleh sebuah masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Akan tetapi melihat realita sekarang ini dengan banyaknya kebudayaan asing yang masuk kenegeri ini, kebudayaan lokal mulai tergeser oleh kebudayaan pendatang. Berikut merupakan cara-cara yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya bagi masyarakat:

  1. Penanaman sikap multikulturalisme secara dini. Penanaman sikap toleransi terhadap beragam budaya hendaknya dilakukan sejak dini ini dimaksudkan untuk menciptakan kesiapan mental seseorang dalam menyikapi perbedaan yang ada. Dengan bekal kesiapan mental ini, seseorang tidak akan menganggap remeh budaya orang lain. Ia akan lebih memahami pentingnya mengharai dan menghormati kebudayaan yang dimiliki orang lain, sehingga integrasi sosial dapat tercapai dengan baik.
  2. Sosialisasi budaya melalui lembaga pendidikan. Kebijakan budaya lokal untuk dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan merupakan salah satu cara yang kritis untuk mengatasi degradasi budaya pada generasi muda. Sebagai contoh seni bahasa, tari dan seni musik telah dijadikan sebagai muatan local yang harus ditempuh oleh para peserta didik di sekolah. Tindakan ini secara langsung memberikan bimbingan kepada para siswa bahwa kebudayaan yang kita miliki sudah selayaknya kita lindungi. Kebudayaan tersebutlah yang menjadi aset kekayaan kita.
  3. Penyelenggaraan beragam budaya sebagai upaya pelestarian budaya. Penyelenggaraan seni tari atau seni musik dalam pertunjukan-pertunjukan merupakan salah satu cara yang bijak dalam usaha mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa kitalah yang seharusnya senantiasa melestarikan kebudayaan yang kita miliki. Usaha ini sedikit banyak kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya pelestarian budaya. Pertunjukan ini dapat ditemui dalam agenda hajatan masyarakat yang sering menggunakan pertunjukan ini sebagai upacara perayaan hajatnya. Seni budaya yang digunakan meliputi kebudayaan yang tradisional maupun modern. Bahan tidak menutup kemunginan pula perpaduan diantara keduanya.
  4. Mencintai dan menjaga budaya yang dimiliki. Mencintai dan menjaga kelestarian budaya sangat penting dalam hal ini. Tanpa rasa cinta dan peduli terhadap kebudayaan mustahil kita dapat menjaga eksistensi budaya yang kita miliki.

KESIMPULAN

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia adalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. Saat ini kesadaran budaya masyarakat berkurang karena adanya globalisasi. Oleh karena itu, sebagai agent of change kita harus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar budaya yang baik akan terpelihara dan tetap lestari sedangkan budaya yang kurang baik bisa digantikan budaya baru yang lebih baik lagi

Referensi

Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Soekanto,Soerjono.1996.Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta:Raja Grafindo.

sosiologibudaya.wordpress.com

http://lokajaya.blog.uns.ac.id/buday/tgl27-02-2012.pkl:21.32.

http://koleksihalim.blogspot.com/2012/01/kesadaran-akan-budaya.html/tgl27-02-2012.pkl:21:29

disusun oleh: Resti Nur Laila, Atika Widayanti, Krissanto Kurniawan

download artikel lengkap di kesadaran budaya 2012

One response to “Masyarakat dan Kesadaran Budaya

  1. Mantaps gah, coba juga yang ini gan, “MEMAHAMI TENTANG 3 UNSUR GEJALA KEBUDAYAAN”
    http://totaltren.blogspot.com/2014/10/memahami-3-unsur-gejala-kebudayaan.html

    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s