Televisi dan Media Massa

Sulit dibayangkan masyarakat modern tanpa media massa seperti surat kabar, majalah, buku, radio, TV, dan internet. Media massa memiliki arti yang bermacam-macam bagi masyarakat dan memiliki banyak fungsi, tergantung pada jenis sistem politik dan ekonomi dimana media itu berfungsi, tingkat perkembangan masyarakat, dan minat serta kebutuhan individu tertentu. Namun selain memiliki fungsi, media juga mempunyai banyak disfungsi, yakni konsekuensi yang tidak diinginkan masyarakat atau anggota masyarakat. Media Massa merupakan alat penyampai informasi yang sangat penting dalam konteks kehidupan sosial bermasyarakat. Tanpa adanya  media massa, otomatis manusia hanya bisa menyampaikan dan menerima informasi melalui cara-cara tradisional seperti jaringan komunikasi berantai antara satu individu ke individu yang lain. Kehidupan sosial masyarakat sama sekali tidak lepas dari pengaruh media massa.

Televisi dan Media Massa sebagai Komunikasi Massa

Media massa adalah suatu alat yang digunakan seseorang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas atau orang. Media massa era sekarang  secara umum bisa dibagi dua yaitu media massa cetak yang berarti media massa memiliki fisik yang bisa disentuh secara fisik dan media massa elektronik dalam hal ini media yang memiliki perantara melalui audio, audio visual atau online. Dalam masyarakat modern, media massa mempunyai peran yang signifikan sebagai bagian dari kehidupan  manusia sehari-hari.  Hampir pada setiap aspek kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama selalu mempunyai hubungan dengan aktivitas komunikasi massa. Selain itu, animo individu atau masyarakat yang tinggi terhadap program komunikasi melalui media massa seperti surat kabar, majalah, radio, televisi,  film dan internet menjadikan setiap saat individu atau masyarakat tidak terlepas dari terpaan atau menerpakan diri terhadap media massa. Komunikasi massa adalah pesan komunikasi melalui media massa kepada orang banyak. Komunikasi massa menyampaikan informasi, ide, dan sikap kepada berbagai komunikan yang jumlahnya cukup banyak dengan menggunakan media massa. Fungsi media massa dalam sistem komunikasi penyiaran di tataran sosial meliputi:

  1. Informasi, yang bersifat pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan dan penyebaran berita, data, gambar, fakta, pesan, pendapat serta komentar yang semuanya sangat perlu untuk dipahami. Artinya orang bisa memahami keadaan masyarakat lingkungan atau masyarakat luas.
  2. Sosialisasi dan integrasi, seseorang bertindak sebagai anggota masyarakat yang berguna bagi lingkungannya, seseorang bisa mengintegrasikan dirinya sehingga mudah saling mengenal serta saling menghormati cara hidup, pandangan hidup, aspirasi kebudayaan orang lain, atau kelompok lain yang berlainan.
  3. Motivasi, akan memberikan rasa percaya diri kepada khalayak, sehingga akan selalu berusaha mencapai tujuan.
  4. Debat dan diskusi, karena sifatnya berupa fakta dan kejadian.
  5. Menyiarkan pengetahuan untuk memajukan perkembangan intelektual, pembentukan sifat demi tercapainya kepandaian/keterampilan serta kesanggupan di semua tingkat kehidupan.
  6. Pembinaan kebudayaan, penyebaran hasil-hasil kebudayaan dan kesenian yang bertujuan. Melestarikan warisan masa lalu serta mempertahankan nilai luhur yang terkandung di dalamnya, juga memperluas cakrawala pandangan masyarakat, menggugah serta menumbuhkan imajinasi serta menggerakkan daya kreativitas. Di samping itu, sanggup menerima peluberan siaran dari luar negeri yang berbeda budaya, sikap hidup dan adat kebiasaan. Hal ini disebabkan penyebaran dan pelestarian budaya, yang bertujuan memperkukuh kebudayaan sendiri serta berkemampuan untuk mengadaptasi dirinya terhadap kebudayaan asing tanpa mengorbankan kebudayaan sendiri.
  7. Hiburan, penyiaran drama, tarian, kesenian, sastra, music, olahraga, permainan dan kegiatan fisik, emosi atau kejiwaan lainnya, melalui isyarat-isyarat, lambang-lambang, suara dan gambar, bertujuan untuk menciptakan kenikmatan bersama yang bersifat rekreasi bersama.

Sedangkan menurut Domininick (2001) menyebutkan beberapa fungsi komunikasi massa bagi masyarakat, yaitu:

-          Fungsi pengawasan (surveillance)

Fungsi ini terdiri dari  2 bentuk utama, yaitu pengawasan peringatan dan pengawasan instrumental. Media massa menjalankan fungsi pengawasan peringatan, jika menginformasikan tentang ancaman yang disebabkan oleh beberapa hal, misalnya bencana alam, serangan militer, inflasi dan krisis ekonomi. Fungsi pengawasan instrumental dari media massa jika informasi yang disampaikan memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari.

-          Fungsi penafsiran (interpretation)

Fungsi ini dijalankan jika media selain menyampaikan fakta dan data kepada khalayak, juga memberi penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa mana yang layak dan yang tidak layak disajikan.

-          Fungsi keterkaitan (linkage)

Media massa dapat menjadi alat pemersatu anggota masyarakat yang beragam sehingga membentuk pertalian berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu.

-          Fungsi penyebaran nilai (transmission of values)

Fungsi ini disebut juga sosialisasi. Media massa memperlihatkan kepada khalayak tentang bagaimana seharusnya mereka bertindak dan apa yang diharapkan mereka.

-          Fungsi hiburan (entertainment)

Fungsi hiburan selalu dijalankan oleh setiap media massa. Media yang sangat jelas menjalankan fungsi ini adalah televisi,  radio dan tabloid.

Dalam pelaksanaannya fungsi media massa tidak akan lepas dari faktor yang dapat mempengaruhi eksistensinya, misalnya masalah sumber informasi, dukungan terhadap media massa, control terhadap media massa, serta faktor lain. Media massa sudah menjadi satu institusi sosial yang penting dalam kehidupan kita. Dalam konteks media massa sebagai institusi sosial itu, tentu media massa membentuk dirinya sebagai salah satu organisasi yang hidup di tengah masyarakat.   

Televisi sebagai Media Massa

Perkembangan televisi sebagai media massa begitu pesat, karena sangat dirasakan manfaatnya, dalam kurun waktu yang relative singkat, dapat menjangkau wilayah dan jumlah penonton yang tidak terbatas. Televisi telah menjadi suatu fenomena besar abad ini, hal ini harus diakui bahwa perannya sangat besar dalam membentuk pola pikir, pengembangan wawasan dan pendapat umum, termasuk pendapat umum untuk menyukai produk-produk industri tertentu. Televisi sebagai media massa modern, memiliki peranan dalam pembangunan nasional sebagai agen pembaharu (agent of social change) dalam hal ini mempercepat proses peralihan masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Televisi dinilai sebagai media massa yang paling efektif saat ini dan banyak menarik simpati masyarakat luas, karena perkembangan teknologinya begitu luas.

Fungsi media massa termasuk televisi, menurut Dr.Harold D. Laswell memiliki fungsi utama sebagai berikut:

  1. The Surveillance of the environment. Artinya, media massa mempunyai fungsi sebagai pengamat lingkungan atau sebagai pemberi informasi tentang hal-hal yang berada di luar jangkauan penglihatan masyarakat luas.
  2. The correlation of the parts of society inresponding to the environment. Artinya, media massa berfungsi untuk melakukan seleksi, evaluasi, dan interpretasi dari informasi. Dalam hal ini media massa melakukan seleksi mengenai apa yang perlu dan pantas untuk disiarkan. Pemilihan dilakukan oleh editor, reporter, redaktur yang mengelola media massa.
  3. The transmission of the social heritage from one generation to the next. Artinya, media massa sebagai sarana untuk menyampaikan nilai dan warisan sosial budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Umumnya fungsi media massa ini dimaksudkan sebagai fungsi  pendidikan.

Media massa termasuk televisi juga memiliki fungsi hiburan, fungsi promosi, berita dan penerangan. Media komunikasi massa, khususnya televisi, berperan besar dalam hal interaksi budaya antarbangsa karena dengan sistem penyiaran yang ada sekarang ini, wilayah jangkauan siaran sudah tidak masalah lagi.

Dalam Undang-Undang Siaran Republik Indonesia No.32 tahun 2002 pasal 3 ditegaskan bahwa:

Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, demokratis, adil, dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia.

Dengan merujuk pada undang-undang siaran tersebut, berarti arah kebijakan siarannya tidak boleh menyimpang dari tujuan pasal tadi. Sebagai industri penyiaran, diharapkan mampu memperluas jangkauan siaran ke seluruh wilayah Nusantara.

Peran Televisi dan Media Massa

Dalam suatu penelitian diketahui bahwa orang yang sering melihat film kekerasan beranggapan bahwa kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap seseorang dijalan sebanyak dua puluh berbanding satu. Padahal pada kenyataannya kemungkinannya sebesar lima puluh berbanding satu. Dari sini dapat kita lihat bahwa dengan sebuah film yang sering dilihat dapat membentuk penilaian seseorang tentang suatu hal, dan penilaian tersebut sangat jauh berbeda dari kenyataan. Dengan demikian intensitas melihat film dapat membentuk perspektif seseorang. Adanya kenyataan demikian sering pula dimanfaatkan oleh para elit politik untuk memperoleh jumlah suara saat menjelang pemilu. Sering elit politik tertentu membuat tayangan-tayangan tentang kegiatan sosialnya pada suatu stasiun televisi dalam intensitas yang besar. Elit politik ini berusaha membentuk pandangan masyarakat luas tentang dirinya.

Spiral of silence, suatu teori tentang pengaruh khalayak luas terhadap pendapat individu. Teori itu menjelaskan bahwa pada suatu ketika pendapat dari masyarakat tentang hal tertentu akan terbagi atas dua kelompok. Kelompok ini terdiri dari kelompok besar dan kelompok kecil. Kelompok mayoritas (kelompok besar) akan selalu mendominasi pendapat dari masyarakat. Pendapat dari kelompok kecil (kelompok minoritas) suaranya akan hilang atau tidak terdengar. Lama kelamaan kelompok minoritas tidak memiliki nilai tawar sehingga kelompok minoritas akan mengikuti kelompok mayoritas. Penayangan suatu hal di suatu media massa yang sering diperhatikan oleh masyarakat luas akan dapat membentuk pandangan masyarakat terhadap hal tersebut. Dengan demikian peran media massa akan berpengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat. Adanya anggapan siapa yang mampu menguasai media massa maka kemungkinan besar ia yang akan mampu menguasai dunia. Hal ini dapat dipahami karena dengan dikuasainya media massa maka ia akan mampu membentuk pandangan masyarakat. Persepsi dari masyarakat akan berpengaruh pada perilakunya dalam menanggapi setiap kejadian. Dengan mampunya membentuk pandangan masyarakat, maka akan dapat menguasai seluruh masyarakat karena kelompok mayoritas akan mampu mengalahkan kelompok minoritas. Dalam konteks luas pembentukan persepsi masyarakat luas akan dapat mengubah adat budaya dari masyarakat tersebut, misal adanya perubahan dari cara menanggapi suatu kejadian. Dengan demikian nyatalah pengaruh media terhadap perilaku sosial manusia. Salah satu produk media massa yang berdampak negatif terhadap kesehatan sosial masyarakat, adalah program semacam iklan dan tayangan hiburan. Media banyak menampilkan iklan yang berefek buruk terhadap anak-anak dan remaja. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa iklan rokok bisa menarik perhatian anak-anak dan remaja, sehingga berpotensi menjadikan mereka sebagai konsumen rokok. Dampak buruk lainnya media massa adalah kekuatan media dalam mengubah dan membentuk gaya hidup seseorang. Sejumlah peneliti mengungkapkan, menonton telivisi secara berlebihan di kalangan anak-anak bisa menyebabkan cara hidup yang pasif dan malas bergerak pada anak-anak. Hal ini mengakibatkan munculnya gejala semacam kegemukan, kebiasaan makan yang salah, naiknya kolesterol, penyakit pencernaan, dan gangguan psikologis. Kian meningkatnya arus urbanisasi di negara-negara berkembang, memunculkan pula gaya hidup perkotaan ala Barat. Padahal, setiap negara memiliki kebudayaan dan keyakinan khas yang terkadang berseberangan dengan nilai-nilai Barat. Karena itu, media-media massa lokal harus memberikan perhatian yang lebih serius terhadap nilai dan budaya setempat masyarakatnya.

Meski demikian, media massa juga bisa berperan positif bagi masyarakat. Karena itu, masalah kesehatan sosial masyarakat harus kita kaji dari beragam sisi. Dari sisi moral, masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, semacam cinta sesama manusia, menghormati hak-hak orang lain, menyebarnya tradisi saling memaafkan dan mengasihi. Terkait hal ini, media massa bisa berperan positif dalam menyebarkan dan membumikan nilai-nilai moral. Penayangan acara yang mendidik namun menghibur merupakan salah satu cara efektif bagi media untuk membangun masyarakat yang sehat.

Media mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan kognisi seseorang. Media memberikan informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya dapat membentuk persepsi. Dan penelitian menunjukan bahwa persepsi mempengaruhi sikap (attitude) dan perilaku
seseorang. Kognisi adalah semua proses yang terjadi di fikiran kita yaitu, melihat, mengamati, mengingat, mempersepsikan sesuatu, membayangkan sesuatu, berfikir, menduga, menilai, mempertimbangkan dan memperkirakan. Teori agenda setting yang dikemukakan oleh Maxwell Mc Combs dan Donald Shaw adalah salah satu teori tentang proses dampak media atau efek komunikasi massa terhadap masyarakat dan budaya. Teori ini termasuk dalam Phase 3 dari The Primes Of Media Effect yakni Powerful Media Rediscovered. Agenda setting menggambarkan kekuatan pengaruh media yang sangat kuat terhadap pembentukan opini masyarakat, pada teori tersebut menyatakan bahwa: “media massa, dengan memperhatikan pada beberapa isu tertentu dan mengabaikan lainnya, akan mempengaruhi opini public. Orang cenderung mengetahui tentang hal-hal yang disajikan oleh media massa dan menerima susunan prioritas yang ditetapkan media massa terhadap berbagai isu tersebut”. Media massa yang semakin terbuka dan bebas membuat kita perlu memfilter atu menyaringnya sebelum mengaplikasikannya kedalam pikirin kita, apakah ini benar atau salah sehingga kita tidak perlu terbawa terlalu jauh kedalam dampak-dampak negatif dan buruk yang dibawa media massa terhadap kehidupan kita sehari-hari.

Kesimpulan

Media massa adalah suatu alat yang digunakan seseorang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas atau orang. Termasuk televisi telah menjadi suatu fenomena besar abad ini, hal ini harus diakui bahwa perannya sangat besar dalam membentuk pola pikir, pengembangan wawasan dan pendapat umum, termasuk pendapat umum untuk menyukai produk-produk industri tertentu. Televisi sebagai media massa modern, memiliki peranan dalam pembangunan nasional sebagai agen pembaharu (agent of social change) dalam hal ini mempercepat proses peralihan masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Televisi dinilai sebagai media massa yang paling efektif saat ini dan banyak menarik simpati masyarakat luas, karena perkembangan teknologinya begitu luas. Media massa yang semakin terbuka dan bebas membuat kita perlu memfilter atu menyaringnya sebelum mengaplikasikannya kedalam pikirin kita, apakah ini benar atau salah sehingga kita tidak perlu terbawa terlalu jauh kedalam dampak-dampak negatif dan buruk yang dibawa media massa terhadap kehidupan kita sehari-hari.

Referensi

Darwanto. 2007. Televisi sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
http://sosiologibudaya.wordpress.com/2011/05/12/televisi-dan-media-masa/ (diakses pada tanggal 23 februari 2013 pukul 14.43 WIB)
http://kajianpsikologi.guru-indonesia.net/artikel_detail-34810.html#.UVLqmzeVzZ8
(diakses pada tanggal 20 April 2012 pukul 19.45 WIB)
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/skom4315/f1b.htm
(diakses pada tanggal 20 April 2012 pukul 20.08 WIB)
 
oleh: Albes, Riana, Dyah Ayu

One response to “Televisi dan Media Massa

  1. Pingback: TV dan Media Massa | SosiologiBudaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s